Indonesia Dapat Mencontoh Ini dari Singapura

panel-suryaSingapura lewat Bursa Dampak Singapura termasuk jadi pelopor di ASEAN untuk publikasi laporan keberlanjutan perusahaan-perusahaan. Yaitu bekas Menteri Lingkungan HIdup, Sarwono Kusumaatmadja yang menyampaikan hal semacam itu dalam gelaran Sustainability Reporting Awards (SRA) oleh Pusat Nasional untuk Sustainability Reporting (NCSR) hari ini.

Menurut bekas Menteri Lingkungan Hidup Sarwono, kita mesti ikuti contoh dari Bursa Dampak Singapura, yang mengharuskan perusahaan yang tercatat di bursa untuk mempublikasikan laporan keberlanjutan. ” Kita mesti ikuti contoh dari Bursa Dampak Singapura, yang mengharuskan perusahaan yang tercatat di bursa untuk mempublikasikan laporan keberlanjutan, ” katanya seperti launching yang di terima Kompas. com.

Satu laporan keberlanjutan berkomunikasi sejauh mana perusahaan sudah mengaplikasikan program Pembangunan Berkepanjangan (Sustainable Development). Menurut Ali Darwin, Direktur Eksekutif NCSR, dalam konteks lingkungan, laporan keberlanjutan bisa konsentrasi pada kebijakan perusahaan untuk menangani mitigasinya efek lingkungan, efisiensi konservasi serta daya serta gas tempat tinggal kaca emisi (GRK). S/d akhir 2016, keseluruhan 120 perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan di Indonesia.

SRA th. ini sudah dibagi kedalam sembilan kelompok, yakni (1) layanan keuangan, (2) pertambangan serta logam, (3) laporan paduan, (4) gas serta minyak bumi, (5) daya, (6) infrastruktur, (7) manufaktur, (8) usaha kecil serta menengah, serta (9) luar negeri.

Pada pertandingan th. ini, perusahaan yang memenangi posisi 1, 2 serta 3 pada semasing kelompok yaitu Bank BNI, Bank Danamon, serta BPD Jawa Tengah (layanan keuangan), PGN, Star Energy Geothermal serta Pembangkitan Jawa Bali (daya), Kalimantan timur Sempurna Coal, Indo Tambang Raya Megah, serta Antam (pertambangan serta logam), Pertamina, Pertamina Hulu Daya Terlepas Pantai Utara Jawa Barat serta Pertamina EP Cepu (gas serta minyak), Wijaya Karya, United Tractors serta Telkom (infrastruktur), Bio Farma, Pupuk Indonesia, serta Pupuk Kalimantan timur (manufaktur), Timah, Pertamina Lubricants, serta Pertamina EP (laporan paduan), Tani Sandorikum, Putri Klaten, CV Bina Agro Mandiri (usaha kecil serta menengah), serta Bank Asia Limited Banglades (luar negeri). Disamping itu, Pertamina Lubricants, pendatang baru SRA pada th. 2016, jadi paling baik untuk kelompok Saat Laporan Pertama.


Leave a Reply