Beberapa Larangan Selama Ihroam Dalam Ibadah Umroh dan Haji

Pada saat jamaah umroh dan haji melakukan ihrom maka ada banyak larangan yang wajib ditaati. Bila melanggar harus membayar dam, diataranya memotong seekor kambing di Tanah Suci. Atau berpuasa sesuai ketentuan, atau memberikan makanan fakir miskin sesuai ketentuan.

Paket umroh murah risalah madina
Paket umroh murah risalah madina

Berikut beberapa larangan saat ihrom

Membunuh binatang buruan, kedua perbuatan tersebut diluar ibadah ibadah haji adalah perbuatan yang mubah. Namun ketika ibadah haji perbuatan itu dilarang. Larangan tersebut dapat dilihat didalam Al-Qur’an,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa diantara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil diantara kamu sebagai had-ya yang dibawa sampai ke Ka’bah atau membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Mahakuasa lagi mempunyai menyiksa”. (al-Maaidah : 95)

Berburu dan membunuh hewan buruan dilarang kecuali jika hewan tersebut menyerang kita dan kita harus mempertahankan diri. Ini tentu sebuah pengecualian. Selain berburu dilarang, membantu berburupun juga dilarang.

Dendanya juga sama. Oleh karena itu, ketika ihram jangan berburu atau membunuh hewan yang dilarang di Tanah Suci termasuk membantunya.

Mengganggu pepohonan yang tumbuh disekitar tanah haram. Tanah haram mempunyai kekhususan. Pepohonannya tidak boleh dirusak begitu saja. Kepada orang-orang yang suka iseng, tangannya memetik-metik dahan dan ranting pepohonan harus hati-hati karena di Tanah Suci hal ini dilarang. Sabda Nabi saw,

“Di tanah haram ini seseorang tidak boleh mengganggu binatang-binatang buruannya dan merusak pepohonannya serta tidak boleh memungut barang yang tercecer diatasnya, kecuali untuk diserahkan kepada pemiliknya”. (HR Bukhari dan Muslim)

            Larangan Pakaian. Ketika sedang berihram, baju yang dikenakan harus memenuhi syarat yang ditetapkan. Ada beberapa kondisi yang dilarang bagi pria seperti memakai pakaian yang berjahit (termasuk memakai celana dalam), menutup kepala (termasuk peci), memakai alas kaki yang menutupi mata kaki bagi pria (memakai sepatu).

Larangan pakaian ini selalu ditekankan oleh para pembimbing ibadah haji sehingga jika ada yang kurang atau tidak sesuai langsung ditegur. Pembimbing biasanya memeriksa keadaan jamaahnya ketika ihram. Apabila ketika ihram merasa kepanasan maka silakan memakai payung atau berteduh dibawah atap. Namun jangan menggunakan peci atau topi maupun payung yang dipakai langsung diatas kepala.

Memakai wangi-wangian. Selama ihram dilarang menggunakan wangi-wangian atau parfum. Termasuk didalamnya adalah menggunakan sabun yang wangi atau pasta gigi yang berbau harum. Memakai wangi-wangian sebelum ihram, asal tidak berlebihan diperbolehkan. Ada sabun-sabun yang hanya membersihkan daki tapi tidak berbau, itu dapat dipakai. Juga pasta gigi yang tidak berbaupun ada. Sebab mengenakan kain ihram itu beberapa hari sehingga kalau tidak mandi dan gosok gigi akan membuat seseorang dan orang lain tidak nyaman. Selain itu menggunakan suncream dan bermake-up juga tidak boleh.

Memotong kuku. Ketika sedang ihram memotong kuku tidak diperbolehkan. Hal ini menjadi peringatan buat jamaah yang mempunyai kebiasaan sejak kecil menggigit-gigit kuku karena iseng. Disini ia harus bisa menahan diri untuk tidak melakukannya. Atau agar aman jari tangannya dibalut dengan perban atau plast. Atau bisa saja meminta teman sekamarnya untuk mengingatkan dirinya apabila jari tangannya mulai menyentuh mulutnya.

Memotong rambut. Selama ihram dilarang memotong rambut, termasuk mencabutnya. Namun apabila tidak sengaja karena rambut rontok tidaklah mengapa. Bahkan sebaiknya untuk orang yang rambutnya mudah rontok tidak perlu bersisir karena bisa melangar larangan ini.

Menutup muka dan memakai sarung tangan yang menutup telapaknya bagi wanita. Termasuk didalamnya adalah masker penutup hidung/mulut. Biasanya karena udara panas dan debu beterbangan jamaah ibadah haji Indonesia mengenakan masker dimulut dan hidungnya. Selama ihram hal ini tidak diperbolehkan. Untuk itu selama beberapa hari tersebut harus tahan terhadap cuaca yang kadang kurang bersahabat.

Melangsungkan pernikahan, baik untuk dirinya atau bertindak sebagai wali atau sebagai saksi nikah. Meskipun jarang terjadi, tidak boleh menikah ketika sedang ihram. Banyak jamaah melakukan pernikahan di tanah suci namun setelah ihram selesai.

Selama kita menjalankan ibadah umroh dan pada saat ihrom, maka larangan-larangan tersebut diatas berlaku. Bila kita melanggarnya maka harus membayar dam sesuai ketentuan. Paket umroh murah Risalah Madina Travel, selalu siap mengantar Bapak Ibu untuk bisa melaksanakan ibadah umroh dengan aman, nyaman, sesuai sunnah Rasulullah Muhammad SAW.


Leave a Reply